Kamis, 08 Desember 2011

FAKTA TAHUN BARU BUKAN JATUH PADA TANGGAL 1 JANUARI


Pada tanggal 1 Januari hampir seluruh umat manusia di bumi menyambut ‘matahari baru.’ Walaupun sesungguhnya matahari yang kita saksikan tanggal 1 Januari 2011 nanti adalah matahari yang sama (bukan baru) yang menyinari bumi dari masa penciptaan alam semesta, masa dinosaurus, masa khalifah pertama (Adam a.s), sampai sekarang. Matahari ‘baru’ itu sesungguhnya matahari lama yang sudah tua.
Banyak resolusi yang dibuat merupakan hal yang baik untuk memperbaiki diri dan mengharapkan pencapaian target yang lebih baik di tahun yang baru ini. Walaupun sesungguhnya resolusi tidak harus menunggu tahun berganti, melainkan bisa dilakukan saat momen-momen tertentu (occasional), perayaan hari besar, setiap bulan, minggu, bahkan hari. Karena bukankah kita merugi apabila hari ini atau esok hari sama bahkan lebih buruk dari hari kemarin?
Tulisan ini sebenarnya ingin mengangkat pertanyaan, “Benarkah 1 Januari itu adalah Tahun baru?”
Perhitungan satu tahun itu sebenarnya didasarkan pada masa di mana bumi mengelilingi matahari (revolusi) sampai bumi kembali ke titik awal dalam peredaran itu. Misalnya jika kita mengelilingi Gelora Bung Karno dari Pintu I, sampai kembali ke titik di mana kita mulai berputar.
Tapi selama ini kita menghitung 1 tahun berdasarkan pada 1 tahun itu = 365 hari, dan 1 hari itu = 24 jam. Benarkah ini?
Kalau kita sebut 1 hari, itu adalah di mana bumi berputar pada porosnya (rotasi) sehingga terjadi siang dan malam. Dan lamanya bumi berputar scientifically adalah 23 JAM 56 MENIT, BUKAN 24 JAM! Sehingga setiap hari kita kelebihan 4 menit. Bila tiap harinya kita kelebihan 4 menit maka 1 tahun  yang kita sebut 365 hari (4 X 365= 1460 menit), akan kelebihan 24 jam lebih atau satu hari. Dari keterangan ini maka 1 Januari bukanlah tahun baru exactly , karena jika bumi ber-revolusi dari satu titik pada 1 januari 2010, sampai ke 1 Januari 2011, bumi telah KELEBIHAN SATU HARI. Ini kalau kita menghitung 1 hari adalah 24 jam.
Sementara jika kita menghitung 1 tahun berdasarkan bumi mengelilingi matahari dari satu titik sampai kembali ke titik semula (360 derajat) adalah: selama 365 HARI 5 JAM 48 MENIT (jadi tidak exactly 365 hari). Dan perhitungan ini dimulai pada tanggal 21 Maret. Pada tanggal tersebut bumi ada pada satu titik dan akan kembali ke titik tersebut lagi setelah melewati masa 365 hari 5 jam 48 menit. Dan sebagai info tambahan Bulan Maret adalah bulan pertama sebelum ada penambahan Bulan Januari & Pebruari pada masa Romawi untuk lebih menyempurnakan. Itulah kenapa Oktober (okto = delapan) menjadi bulan ke sepuluh, bukan ke delapan.
Maka bagi saya perayaan tahun baru (in my opinion) bukanlah pada tanggal 1 Januari. Karena:
  1. Berdasarkan perhitungan 1 hari 24 jam, kita kelebihan 4 menit setiap hari (satu hari = 23 jam 56 menit)

  2. Pada tanggal 1 Januari, bumi tidak exactly 360 derajat mengelilingi matahari (revolusi).
Jadi tahun belum berganti kawan, namun kesempatan untuk memperbaiki diri dan mencapai target yang lebih baik tidak pernah mengenal waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar